This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 19 Februari 2014

langkah penerapan k3



Nama                           : BZ. SEPTEIYAWAN ABDULLAH
NIM                             : 06121381320009
Fakultas                       : KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
Prodi                            : PEND. TEKNIK MESIN
Dosen Pengampu         :  1. Drs. H. Darlius M.Pd       
                                       2. Dewi Puspita Sari S.Pd
Mata Kuliah                 : Kesehatan dan keselamatan Kerja
Kode mata kuliah/sks  : GPT11126/2sks
Jurusan/prodi               : FKIP/PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Materi                          : langkah penerapan K3

LANGKAH PENERAPAN K3
Dewasa ini masih tingginya angka kecelekaan kerja menjadikan System manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) mendapat perhatian yang sangat penting, SMK3 bertujuan menciptaptakan system Kesematan dan kesehatan kerja di tempat kerja, dengan menciptakan unsur manajemen, tenaga kerja  kondisi dan lingkungn kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya tempat kerja yanga aman, efisien dan produktif (Sastro Hadiwiryo, 2002)
Dengan memperhatikan banyaknya resiko yang di peroleh perusahaan maka mulailah di terapkan manajemen resiko yang telah menerapkan pola preventif terhadap kecelakaan yang akan terjadi, manajemen resiko tidak hanya menuntut keterlibatan pihak manajemen tapi juga komitmen manajemen puncak dan seluruh pihak yang terkait (Rudiyanto, 2003)
Pemerintah kita mengeluarkan UU RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena tingginya angka kecelakaan kerja di indonesia. pasal 87 UUtersebut mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen perusahaan, dan bagi yang tidak menerapkannya akan di beri sanksi. Selain itu telah di keluarkan pula PERMENAKER No. 05/MEN/1990 tentang Penerapan SMK3 dan audit SMK3.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di dalam perusahaan  harus terus di tingkatkan secara terus menerus dalam pelaksanaanya, sebagai jaminan bahwa penerapan yang di lakukan berkontribusi terhadap perkembangan ataupun kemajuan perusahaan dan juga dapat memperkecil kemungkinan kecelakaan yang bisa terjadi pada para pekerja atau lebih singkatnya dapat menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja pada saat bekerja.Oleh karena itu  penerapan k3 di sebuah perusaan memiliki langkah-langkah yang terbagi menjadi dua tahapan.Tahapan dan langkah-langkahnya adalah:
  • Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan,langkah awal yang harus di lakukan oleh sebuah perusahaan setelah itu baru di ikuti langkah-langkah lainnya. Adapun Tahapan persiapannya adalah :
·         Komitmen manajemen puncak
·         Menentukan ruang lingkup
·         Menetapkan cara penerapan
·         Membentuk kelompok penerapan
·         Menetapkan sumber daya yang diperlukan

  • Tahap Pengembangan dan Penerapan

Pada tahapan ini berisi langkah-langkah yang harus di dilakukan oleh perusahaan, untuk dapat melakukan pengembangan dan penerapan k3. Langkah langkahnya adalah:

  1. Menyatakan Komitmen

Penerapan K3 bukan hanya tanggung jawab Manejemen K3 saja, tapi juga tanggung jawab semua anggota perusahaan mulai dari Manajemen puncak sampai karyawan yang memiliki kedudukan rendah di dalam perusahaan itu. Namun karena Manajemen puncak memiliki kedudukan yang tinggi di dalam perusahaan maka Manejemenlah yang mengetuai pelaksanaan penerapan K3 serta di dukung oleh karyawan yang lain, dan berhasil atau tidaknya penerapan tergantung pada Manajemen. Karena itu lah adanya Komitmen sangat berperan besar pada persiapan penerapan K3 tanpa adanya Komitmen penerapan K3 tidak akan berjalan seperti apa yang telah di rencanakan.

  1. Menetapkan Cara Penerapan

sebuah perusahaan agar lebih bijak dan juga agar tidak terjadinya kesalahan, perusahaan dapat menggunakan atau mencari orang-orang yang ahli dan mempunyai banyak pengalaman serta mengerti bagaimana cara-cara penerapan K3 yang baik dan benar, sehingga dapat mengetahui bagaimana cara yang paling efektip dalam proses penerapan K3. Adapun penerapannya adalah :

1.      Sumberdaya, struktur organisasi dan pertanggung jawaban
a.       Pimpinan puncak harus menjadi penanggung jawab utama untuk K3 dan system Manajemen K3
b.      Pimpinan puncak harus menunjukan komitmennya
c.       Penyedia jasa harus menentukan tanggung jawab k3
d.      Penyedia jasa dapat memotipasi karyawan di tempat kerja untuk bertanggung jawab terhadap aspek-aspek k3

2.      Kompetensi, pelatihan dan penyuluhan
a.       Menjamin setiap karyawan yang terlibat dalam pekerjaan yang mengandung resiko K3
b.      Mengidentifikasi dan melaksanakan pelatihan K3 dan SMK3 sesuai dengan kebutuhannya
c.       Mengevaluasi keefektifan pemilihan
d.      Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur kerja karyawan
e.       Prosedur pelatiahan harus mempertimbangkan perbedaan tingkatan

  1. Membentuk Kelompok Kerja Penerapan
Kelompok kerja, dapat di bentuk dengan mengambil perwakilan darisetiap unit kerja, hal ini bertujuan agar setiap unit bisa bertanggung jawab terhadap satuan unit kerjanya. Dalam proses penerapan anggota kelompok kerja memiliki fungsi sebagai agen dan fasilisator. Karena ketika mereka ingin menerapkan k3 pada anggota satuan kelompok unitnya , merekalah yang harus terlebih dahulu menerapkannya karena mereka yang menjadi acuan untuk anggotanya, dan mereka dapat menjelaskan mamfaat dan konsekuensi yang harus di tanggung.
  1. Menetapkan Sumber Daya Yang Diperlukan
Sumber daya yang di perlukan meliputi:
1.      Orang : maksudnya adalah sumber daya manusia yang di tetapkan dan diberi tugas penuh dalam proses penerapan k3
2.      Perlengkapan : Maksudnya adalah mmenyiapkan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang proses penerapan baik itu darifasilatas  ruangan ataupun peralatan yang di gunakan
3.      Waktu : Penerapan k3 memerlukan waktu yang cukup lama , karena untuk menerapkan k3 tak semudah seperti membalikan telapak tangan, karena banyak pekerjaan yang harus di kerjakan, yang dapat menguras waktu, dana perusahaan ataupun tenaga sumber daya manusia.
  1. Kegiatan penyuluhan
Kegiatan penyuluhan pada penerapank3 memiliki beberapa tujuan penting yaitu:
1.      Menyamakan presefsi dan motifasi betapa pentingnya penerapan k3 pada perusahaan
2.      Dapat membangun komitmen kepada seluruh anggota yg ada di perusahaan agar dapat menerapkan k3 dengan tatacara yg benar dan efektif
Penerapan k3 di lakukan dan dilaksanakan oleh seluruh personel perusahaan, oleh karena itu penyuluhan di lakukan agar semua karyawan ikut serta dalam melaksanakanya
  1. Peninjauan system
Salah satu fungsi dari di bentuknya kelompok kerja adalah untuk melakukan peninjauan system , apakah sudah sesuai dengan persyaratan yang ada dalam SMK3. Serta prosedur dan tatacara penerapannya apakah sudah benar.
  1. Penyusunan jadwal kegiatan
Penyusunan jadwal kegiatan harus mempertimbangkan hal hal berikut ini:
  1.  Ruang lingkup pekerjaan
  2. Kemampuan wakil manajemen dan kelompok kerja penerapan untuk membagi waktu
Wakil manajemen bukan hanya mempunyai tugas untuk menerapkan k3, tapi wakil manajemen juga masih mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaanya pada perusahaan ,dan salah satu dari keduanya tidak bisa di tinggalkan, karena menjalankan langkah-langkah penerapan k3 sangat penting, begitu juga pekerjaan di perusahaan sama pentingnya untuk kelangsungan produksi perusahaan. Maka agar keduanya tidak terbengkalai Wakil manajemen  harus mampu mengatur ataupun membagi waktu untuk keduanya
  1. Pengembangan Sistem Manajemen
Beberapa kegiatan yang dapat di lakukan dalam manajemen K3dalam tahap pengembangan sisstem manajemen K3 adalah:

1.      Dokumentasi.
2.      Pembagian kelompok
3.      Penyusunan bagan air
4.      Penulisan manual system manajemen k3
5.      Prosedur
6.      Dan intruksi kerja



  1. Penerapan Sistem
Penerapan system sudah dapat di laksanaka , setelah satu dokumen telah selesai, tidak harus menunggu terlebih dahulu  dokumen lainnya selesai, tapi setelah selesainya satu dokumen sudah mencakup satu elemen standar jadi bisa langsung menerapkan system k3.
  1. Proses sertifikasi
Proses sertifikasi dapat di lakukan oleh banyak lembaga system manajemen K3, misalnya OHSAS 18001:1999. Organisasi bebas menentukan organisasi manapun yang diinginkan