Nama : BZ. SEPTEIYAWAN
ABDULLAH
NIM : 06121381320009
Fakultas : KEGURUAN dan ILMU
PENDIDIKAN
Prodi : PEND. TEKNIK MESIN
Dosen
Pengampu : 1. Drs. H. Darlius M.Pd
2. Dewi Puspita Sari S.Pd
Mata
Kuliah : Kesehatan dan
keselamatan Kerja
Kode mata
kuliah/sks : GPT11126/2sks
Jurusan/prodi : FKIP/PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Materi : langkah penerapan K3
LANGKAH PENERAPAN K3
Dewasa
ini masih tingginya angka kecelekaan kerja menjadikan System
manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) mendapat perhatian yang sangat
penting, SMK3 bertujuan menciptaptakan system Kesematan dan kesehatan kerja di
tempat kerja, dengan menciptakan unsur manajemen, tenaga
kerja kondisi dan lingkungn kerja yang terintegrasi dalam rangka
mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya
tempat kerja yanga aman, efisien dan produktif (Sastro Hadiwiryo, 2002)
Dengan memperhatikan
banyaknya resiko yang di peroleh perusahaan maka mulailah di terapkan manajemen
resiko yang telah menerapkan pola preventif terhadap kecelakaan yang akan
terjadi, manajemen resiko tidak hanya menuntut keterlibatan pihak manajemen
tapi juga komitmen manajemen puncak dan seluruh pihak yang terkait (Rudiyanto,
2003)
Pemerintah kita
mengeluarkan UU RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena tingginya
angka kecelakaan kerja di indonesia. pasal 87 UUtersebut mewajibkan setiap
perusahaan menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen perusahaan, dan bagi
yang tidak menerapkannya akan di beri sanksi. Selain itu telah di keluarkan
pula PERMENAKER No. 05/MEN/1990 tentang Penerapan SMK3 dan audit SMK3.
Penerapan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di dalam perusahaan harus terus di
tingkatkan secara terus menerus dalam pelaksanaanya, sebagai jaminan bahwa
penerapan yang di lakukan berkontribusi terhadap perkembangan ataupun kemajuan
perusahaan dan juga dapat memperkecil kemungkinan kecelakaan yang bisa terjadi
pada para pekerja atau lebih singkatnya dapat menjamin keselamatan dan
kesehatan pekerja pada saat bekerja.Oleh karena itu penerapan k3 di
sebuah perusaan memiliki langkah-langkah yang terbagi menjadi dua
tahapan.Tahapan dan langkah-langkahnya adalah:
- Tahap Persiapan
Tahap persiapan
merupakan,langkah awal yang harus di lakukan oleh sebuah perusahaan setelah itu
baru di ikuti langkah-langkah lainnya. Adapun Tahapan persiapannya adalah :
·
Komitmen
manajemen puncak
·
Menentukan
ruang lingkup
·
Menetapkan
cara penerapan
·
Membentuk
kelompok penerapan
·
Menetapkan
sumber daya yang diperlukan
- Tahap Pengembangan dan Penerapan
Pada
tahapan ini berisi langkah-langkah yang harus di dilakukan oleh perusahaan,
untuk dapat melakukan pengembangan dan penerapan k3. Langkah langkahnya adalah:
- Menyatakan Komitmen
Penerapan
K3 bukan hanya tanggung jawab Manejemen K3 saja, tapi juga tanggung jawab semua
anggota perusahaan mulai dari Manajemen puncak sampai karyawan yang memiliki
kedudukan rendah di dalam perusahaan itu. Namun karena Manajemen puncak
memiliki kedudukan yang tinggi di dalam perusahaan maka Manejemenlah yang
mengetuai pelaksanaan penerapan K3 serta di dukung oleh karyawan yang lain, dan
berhasil atau tidaknya penerapan tergantung pada Manajemen. Karena itu lah
adanya Komitmen sangat berperan besar pada persiapan penerapan K3 tanpa adanya
Komitmen penerapan K3 tidak akan berjalan seperti apa yang telah di rencanakan.
- Menetapkan Cara Penerapan
sebuah
perusahaan agar lebih bijak dan juga agar tidak terjadinya kesalahan,
perusahaan dapat menggunakan atau mencari orang-orang yang ahli dan mempunyai
banyak pengalaman serta mengerti bagaimana cara-cara penerapan K3 yang baik dan
benar, sehingga dapat mengetahui bagaimana cara yang paling efektip dalam
proses penerapan K3. Adapun penerapannya adalah :
1.
Sumberdaya,
struktur organisasi dan pertanggung jawaban
a.
Pimpinan
puncak harus menjadi penanggung jawab utama untuk K3 dan system Manajemen K3
b.
Pimpinan
puncak harus menunjukan komitmennya
c.
Penyedia
jasa harus menentukan tanggung jawab k3
d.
Penyedia
jasa dapat memotipasi karyawan di tempat kerja untuk bertanggung jawab terhadap
aspek-aspek k3
2.
Kompetensi,
pelatihan dan penyuluhan
a.
Menjamin
setiap karyawan yang terlibat dalam pekerjaan yang mengandung resiko K3
b.
Mengidentifikasi
dan melaksanakan pelatihan K3 dan SMK3 sesuai dengan kebutuhannya
c.
Mengevaluasi
keefektifan pemilihan
d.
Membuat,
menerapkan dan memelihara prosedur kerja karyawan
e.
Prosedur
pelatiahan harus mempertimbangkan perbedaan tingkatan
- Membentuk Kelompok Kerja Penerapan
Kelompok kerja, dapat
di bentuk dengan mengambil perwakilan darisetiap unit kerja, hal ini bertujuan
agar setiap unit bisa bertanggung jawab terhadap satuan unit kerjanya. Dalam
proses penerapan anggota kelompok kerja memiliki fungsi sebagai agen dan
fasilisator. Karena ketika mereka ingin menerapkan k3 pada anggota satuan
kelompok unitnya , merekalah yang harus terlebih dahulu menerapkannya karena
mereka yang menjadi acuan untuk anggotanya, dan mereka dapat menjelaskan
mamfaat dan konsekuensi yang harus di tanggung.
- Menetapkan Sumber Daya Yang Diperlukan
Sumber daya yang di
perlukan meliputi:
1.
Orang : maksudnya adalah sumber daya
manusia yang di tetapkan dan diberi tugas penuh dalam proses penerapan k3
2.
Perlengkapan : Maksudnya adalah
mmenyiapkan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang proses penerapan baik itu
darifasilatas ruangan ataupun peralatan yang di gunakan
3.
Waktu : Penerapan k3 memerlukan waktu
yang cukup lama , karena untuk menerapkan k3 tak semudah seperti membalikan
telapak tangan, karena banyak pekerjaan yang harus di kerjakan, yang dapat
menguras waktu, dana perusahaan ataupun tenaga sumber daya manusia.
- Kegiatan penyuluhan
Kegiatan penyuluhan
pada penerapank3 memiliki beberapa tujuan penting yaitu:
1.
Menyamakan presefsi dan motifasi betapa
pentingnya penerapan k3 pada perusahaan
2.
Dapat membangun komitmen kepada seluruh
anggota yg ada di perusahaan agar dapat menerapkan k3 dengan tatacara yg benar
dan efektif
Penerapan k3 di lakukan
dan dilaksanakan oleh seluruh personel perusahaan, oleh karena itu penyuluhan
di lakukan agar semua karyawan ikut serta dalam melaksanakanya
- Peninjauan system
Salah satu fungsi dari di
bentuknya kelompok kerja adalah untuk melakukan peninjauan system , apakah
sudah sesuai dengan persyaratan yang ada dalam SMK3. Serta prosedur dan
tatacara penerapannya apakah sudah benar.
- Penyusunan jadwal kegiatan
Penyusunan jadwal kegiatan harus
mempertimbangkan hal hal berikut ini:
- Ruang lingkup pekerjaan
- Kemampuan wakil manajemen dan kelompok kerja penerapan untuk membagi waktu
Wakil manajemen bukan hanya
mempunyai tugas untuk menerapkan k3, tapi wakil manajemen juga masih mempunyai
tanggung jawab terhadap pekerjaanya pada perusahaan ,dan salah satu dari
keduanya tidak bisa di tinggalkan, karena menjalankan langkah-langkah penerapan
k3 sangat penting, begitu juga pekerjaan di perusahaan sama pentingnya untuk
kelangsungan produksi perusahaan. Maka agar keduanya tidak terbengkalai Wakil
manajemen harus mampu mengatur ataupun
membagi waktu untuk keduanya
- Pengembangan Sistem Manajemen
Beberapa kegiatan yang dapat di
lakukan dalam manajemen K3dalam tahap pengembangan sisstem manajemen K3 adalah:
1. Dokumentasi.
2. Pembagian kelompok
3. Penyusunan bagan air
4. Penulisan manual system manajemen k3
6. Dan intruksi kerja
- Penerapan Sistem
Penerapan system sudah dapat di
laksanaka , setelah satu dokumen telah selesai, tidak harus menunggu terlebih
dahulu dokumen lainnya selesai, tapi
setelah selesainya satu dokumen sudah mencakup satu elemen standar jadi bisa
langsung menerapkan system k3.
- Proses sertifikasi
Proses sertifikasi dapat di
lakukan oleh banyak lembaga system manajemen K3, misalnya OHSAS 18001:1999.
Organisasi bebas menentukan organisasi manapun yang diinginkan






0 komentar:
Posting Komentar