This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Maret 2014

Dokumentasi sistem manajeman k3


Nama                           : BZ. SEPTEIYAWAN ABDULLAH
NIM                             : 06121381320009
Fakultas                       : KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
Prodi                            : PEND. TEKNIK MESIN
Dosen Pengampu         :  1. Drs. H. Darlius M.Pd       
                                       2. Dewi Puspita Sari S.Pd
Mata Kuliah                 : Kesehatan dan keselamatan Kerja
Kode mata kuliah/sks  : GPT11126/2sks
Jurusan/prodi               : FKIP/PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Materi                          : Memahami dokumentasi sistem manajemen K3

Dokumentasi sistem manajeman k3
Pendokumentasian merupakan unsur utama setiap sistem manajemen yang harus dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pembaharuan dalam pendokumentasian harus diperbaharui dan juga harus jelas agar pengendaliannya dapat berjalan secara efektif untuk proses dan prosedur dalam kegiatan perusahaan. Dengan adanya peendokumentasian ini diharapkan mampu mendorong dan mendukung kesadaran para pekerja atau pegawai dalam tercapainya tujuan utama dari sistem manajemen K3.
            Dokumentasi sistem manajemen K3  harus mencakup :
  1. Uraian lingkup sistem manajemen K3
  2. Kebijakan dan objektif K3
  3. Dokumen termasuk dalam rekaman yang disyaratkan OHSAS 18001
  4. Uraian elemen utama dari system manajemen K3, interaksi dan refensi untuk dokumen terkait
  5. Dokumentasi hendaknya proporsional dengan tingkat kerumitan, bahaya dan risiko yang ada dan di buat seminimal mungkin untuk efektifitas dan efisiensi.
  6. Dokumen termasuk dalam rekaman yang ditentukan dan di perlukan oleh organisasi untuk memastikan perencanaan yang efektif, operasi dan pengendalian proses yang berkaitan dengan manajemen resiko K3.


Perusahaan harus mengatur dan memelihara kumpulan ringkasan pendokumentasian yang akan bermanfaat untuk :
1.      Menguraikan sarana pencapaian tujuan dan sasaran K3
2.      Menyatukan secara sistematik kebijakan, tujuan dan sasaran K3
3.      Mendokumentasikan peranan, tanggung jawab dan prosedur
4.      Menunjukkan bahwa unsur-unsur SMK3 yang sesuai untuk perusahaan telah diterapkan.
5.      Memberikan arahan mengenai dokumen yang terkait dan menguraikan unsur-unsur lain dari sistem manajemen perusahaan

Dokumentasi merupakan salah satu bentuk dasar untuk memahami sistem, mengkomuni-kasikan proses dan persyaratan pada organisasi, serta menentukan keefektifan penerapannya. Menetapkan , mendokumentasikan, memelihara dan memperbaiki Sistem Manajemen K3 adalah hal  yang di-persyaratkan  untuk Organisasi. Ada beberapa jenis dokumentasi berdasarkan tingkat kedudukannya yaitu :
1.      Manual
Menggunakan  proses pemetaan sebagai acuan dalam menjelaskan proses-proses.
2.      Prosedur
Menjelaskan  secara detail apa yang tengah terjadi di perusahaan.
3.      Instruksi Kerja
Lebihbersifattekniskarenamenjelaskantahapan-tahapanaktivitassecaraberurutan.

Dalam membuat dokumen, harus mengacu pada criteria minimum yaitu tanggal terbit, tanggung jawab, persetujuan, judul dokumen, nomor dokumen, nomor revisi, tujuan pembuatan dokumen, ruang lingkup, referensi, definisi, halaman, dan uraian dokumen.
Jadi,  pendokumentasian merupakan perencanaan kerja yang didokumentasikan tahap demi tahapnya agar para pekerja  atau pegawai mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan sukses sesuai dengan tujuan utama K3 sebenarnya. Pendokumentasian ini juga dimaksudkan agar kegiatan perusahaan terintregasi dengan sistem manajemen perusahaan yang menyeluruh. Dengan adanya pedokumentasian ini para pekerja dapat memahami dan mengerti serta menyadari apa yang harus diperbuat untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan menghasilkan produk yang baik tanpa adanya kecelakaan serta para pekerja juga sudah tahu apa yang ada di lingkungan dimana dia bekerja.

Sabtu, 01 Maret 2014

memahami komitmen penerapan lagkah k3


Nama                           : BZ. SEPTEIYAWAN ABDULLAH
NIM                             : 06121381320009
Fakultas                       : KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
Prodi                            : PEND. TEKNIK MESIN
Dosen Pengampu         :  1. Drs. H. Darlius M.Pd       
                                       2. Dewi Puspita Sari S.Pd
Mata Kuliah                 : Kesehatan dan keselamatan Kerja
Kode mata kuliah/sks  : GPT11126/2sks
Jurusan/prodi               : FKIP/PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Materi                          : Memahami komitmen penerapan langkah K3

Pemahaman komitmen penerapan langkah K3
Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3)  merupakan sistem manajemen yang secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja  dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat  kerja yang aman, efisien dan produktif
SMK3 merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan yang ada  dan berlaku yang berhubungan dengan jaminan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. SMK3 merupakan sebuah sistem yang dapat diukur dan dinilai sehingga kesesuaian terhadapnya menjadi obyektif. SMK3 digunakan sebagai patokan dalam menyusun suatu sistem manajemen yang berfokus untuk mengurangi dan menekan kerugian dalam kesehatan, keselamatan dan bahkan properti. SMK3 merupakan standar yang diadopsi dari standar Australia AS4801 ini serupa dengan Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001, standar ini dibuat oleh beberapa lembaga sertifikasi dan lembaga standarisasi kelas dunia.
Melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, sesuai dengan  Undang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 87 tentang Ketenagakerjaan. tingginya angka kecelakaan kerja di indonesia mewajibkan setiap perusahaan/organisasi menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen perusahaan, dan bagi yang tidak menerapkannya akan di beri sanksi. Persyaratan ini sebenarnya sebuah kewajiban biasa,  bukan beban yang harus ditanggung setiap perusahaan. Kewajiban karena seharusnya sudah  diperhitungkan sebagai investasi perusahaan. Dianggap sebagai beban karena belum seluruh perusahaan melakukannya


Majunya teknologi yang berkembang pesat juga menjadi penyebab masalah  pada keselamatan dan kesehatan kerja. Masalah ini harus segera diatasi, karena dapat menurunkan kinerja dan produktivitas suatu perusahaan baik pada sumber daya  maupun elemen lainnya. Oleh karena itu sangat penting bagi suatu perusahaan untuk menerapkan.Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) seperti yang diatur dalam PERMENAKER No. 05/MEN/1990 tentang Penerapan SMK3.
Sistem Manajemen K3 (SMK3) memiliki beberapa tahapan yang harus dilakukan agar menjadi efeketif, karena SMK3 mempunyai elemen-elemen atau persyaratan-persyaratan yang harus dibangun didalam suatu organisasi atau perusahaan.Sistem Manajemen K3 juga harus ditinjau ulang dan ditingkatkan secara terus menerus didalam pelaksanaanya untuk menjamin bahwa system itu dapat berperan dan berfungsi dengan baik serta berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan. Untuk lebih memudahkan penerapan standar Sistem Manajemen K3, berikut ini tahapan-tahapan dan langkah-langkahnya. Tahapan dan langkah-langkah tersebut menjadi dua bagian besar yaitu :
a.       Tahap persiapan yang meliputi :
Ø  Komitmen manajemen puncak.
Ø  Menentukan ruang lingkup
Ø  Menetapkan cara penerapan
Ø  Membentuk kelompok penerapan
Ø  Menetapkan sumber daya yang diperlukan
b.      Tahap pengembangan dan penerapan yang memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
Ø  Menyatakan komitmen
Ø  Menetapkan cara peerapan
Ø  Membentuk Kelompok Kerja Penerapan
Ø  Menetapkan Sumber Daya Yang Diperlukan Kegiatan penyuluhan
Ø  Peninjauan sistem
Ø  Penyusunan jadwal kegiatan
Ø  Pengembangan sistem manajemen
Ø  Penerapan sistem
Ø  Proses sertifikasi

Jadi, melalui penerapan sistem dan langkah-langkah ini diharapkan perusahaan/organisasi dapat memiliki lingkungan kerja yang sehat, aman efisien dan produktif. SMK3 bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dan potensi. kecelakaan kerja sebagai acuan dalam melakukan tindakan mengurangi risiko. Selain itu, penerapan SMK3 membantu pimpinan perusahaan agar mampu melaksanakan standar K3 yang merupakan tuntutan masyarakat nasional dan internasional.